Tampilkan postingan dengan label kakao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kakao. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2016

Harga Emas Turun Terendah 5 Minggu

 
SGB LAMPUNG - Harga Emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari lima minggu pada akhir perdagangan hari Selasa karena komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve yang membuat dolar AS naik ke level tertinggi dua bulan terhadap sekeranjang mata uang.
Prospek kenaikan suku bunga lebih awal, seperti yang ditunjukkan oleh risalah pertemuan Fed yang dirilis pekan lalu, dan penguatan dolar telah mendorong emas turun lebih dari 4 persen sejauh Mei, menempatkan di jalur untuk penurunan bulanan terbesar sejak November.
Harga emas spot turun 1,69 persen pada $ 1,227.45 per ons, level terendah sejak 15 April, ketika diperdagangkan pada $ 1,226.80.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 1,8 persen pada $ 1,229.20 per ons dan terakhir diperdagangkan turun 1,85 persen pada $ 1,228.40.
Pejabat Fed Senior Senin mengatakan bahwa suku bunga yang terus terlalu rendah terlalu lama bisa menyebabkan ketidakstabilan keuangan, dan bahwa bank sentral AS akan melanjutkan kenaikan suku bunga tahun depan.
Pembuat kebijakan Fed dijadwalkan untuk berbicara minggu ini dan diperkirakan membahas kembali prospek kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan. Ketua Fed Janet Yellen akan berada di acara panel yang diselenggarakan oleh Harvard University pada hari Jumat.
Kepemilikan emas terbesar di dunia yang didukung bursa ETF, SPDR Gold Share, naik 0,38 persen menjadi 872,52 ton pada hari Senin.
Harga emas berpotensi lanjutkan penurunan dengan sentimen kenaikan suku bunga AS bulan Juni. Harga emas diperkirakan menembus kisaran Support $ 1,225-$ 1,223, dan jika harga rebound akan menembus kisaran Resistance $ 1,229-$ 1,231.
http://vibiznews.com/2016/05/25/harga-emas-turun-terendah-5-minggu/

Harga Kakao ICE Turun Terganjal Penguatan Dollar AS

 
SGB LAMPUNG - Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Rabu dinihari (25/05) ditutup turun. Pelemahan harga kakao tertekan penguatan dollar AS.
Indeks Dollar AS berakhir naik 0,37 persen terhadap sekeranjang mata uang dunia terpicu komentar hawkish pejabat Fed yang menguatkan kenaikan suku bunga AS bulan Juni ini. Penguatan dolar AS membuat komoditas kakao yang berbasis dolar ini menjadi lebih mahal dalam mata uang lainnya, sehingga permintaan menurun.
Kenaikan harga kakao tertahan untuk naik lebih jauh dengan sentimen penurunan produksi dan kualitas buruk tanaman kakao. Produsen dan eksportir Pantai Gading telah melaporkan bahwa biji kakao yang dikirim untuk ekspor ditolak karena ukuran biji kakao yang kecil.
Para analis juga memperkirakan terjadi penurunan produksi kakao. Olam International Ltd yang berbasis di Singapura memprediksi kekurangan 308.000 ton dan Cargill Inc, prosesor terbesar kedua di dunia, memperkirakan penurunan 160.000 ton.
Di akhir perdagangan Selasa dini hari harga kakao berjangka kontrak Juli 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan pelemahan. Harga komoditas tersebut ditutup turun sebesar -6 dollar atau -0,20 persen pada posisi 2.953 dollar per ton.
Harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan menguat terbatas dengan kekuatiran penurunan dan gangguan produksi.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Resistance pada posisi 3.000 dollar. Jika level Resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.050 dollar. Sedangkan level Support yang akan ditembus jika terjadi penurunan ada pada 2.900 dollar dan 2.850 dollar.
http://vibiznews.com/2016/05/25/harga-kakao-ice-turun-terganjal-penguatan-dollar-as-2/