Selasa, 14 April 2015

Analisis Fundamental Pound, Naik Tipis Belum Stabil

 
SGB LAMPUNG - Kurs Poundsterling Inggris pada hari ini (01:56:13 GMT, Selasa, 14 April 2015) bergerak menguat terhadap mata uang Dollar AS . Harga pembukaan GBPUSD berada pada 1.4669 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar + 1 pips atau sekitar + 0.01 % dan nilai bergulir terpantau berada di 1.4670.
Sentimen positif terhadap mata uang Poundsterling Inggris nampak menguat setelah British Retail Consortium menyampaikan bahwa kinerja perdagangan retail di pasar domestik Inggris mengalami kenaikan.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan peningkatan pada indikator ekonomi BRC Retail Sales Monitor y/y yang bertambah ke angka 3.2% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.2%. Kurs Poundsterling Inggris terpantau bergerak naik namun masih belum stabil merespon perkembangan tersebut.
Analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal pair GBPUSD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.4596 dan level resistance pada kisaran 1.4713.

Senin, 13 April 2015

Ringkasan Kalender Forex Minggu Lalu

 
SGB LAMPUNG - Kita perlu melihat pada event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu supaya bisa mengikuti perkembangan kenaikan atau penurunan yang terjadi dari indikator utama yang ada dalam kalender forex dan memiliki pandangan kedepan. 
Berikut ini adalah ringkasan event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu:
Data AS mulai pulih kembali dan dolar AS mengikuti. Data PMI ISM Non-Manufaktur bagus dan data JOLT melampaui ekspektasi. Tetapi notulen pertemuan FOMC lah yang memberikan dolar AS dorongan yang kuat. Dolar AS membumbung tinggi sebelum keluarnya data NFP yang lemah. Kekuatiran mengenai Yunani membebani euro, kekuatiran mengenai pemilu memukul poundsterling dan yen juga tergelincir. Aussie tetap berdiri sendiri, menikmati keputusan tidak berubahnya tingkat bunga dan kebijakan moneter oleh RBA.
Hal-hal yang positip yang terjadi pada minggu lalu:
1. Indeks Nikkei menembus 20.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.
2. Angka rata-rata empat minggu dari Initial jobless claims berada pada level terendah sejak tahun 2000.
3. Markit PMI jasa naik menjadi 59.2, dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 58.6.
4. Saham AS mengalami minggu yang bagus meskipun ada ketakutan setelah laporan pekerjaan yang buruk pada Jumat yang lalu. 
5. Aplikasi Mortgage untuk pembelian naik 6.8%, level tertinggi sejak bulan Juli 2013
6. Harga-harga impor turun  0.3% bulanan dan 10.5%  tahunan.
7. Job openings naik menjadi 5.13 juta, tertinggi sejak 2001.
Hal-hal yang negatip yang terjadi pada minggu yang lalu:
1. Indeks ISM nonmanufacturing turun ke 56.5 dari sebelumnya 56.9, masih merupakan angka yang solid.
2. Revolving credit outstanding turun untuk bulan kedua berturut-turut.
3. Order factory Jerman turun 0.9% bulanan

Saham Asia Sedikit Berubah Pasca Gain Mingguan Tertajam Dlm 5 Bulan

c_740_198_16777215_00_images_assets_HANGSENG_stock-arrows-up-and-down-o.jpg SGB LAMPUNG - Indeks saham Asia sedikit berubah, pasca membukukan kenaikan mingguan tertajam lebih dari lima bulan terakhir, karena kenaikan saham farmasi yang mengimbangi penurunan pada sektor utilitas.
Indeks MSCI Asia Pacific naik dan turun kurang dari 0,1% sebelum diperdagangkan pada level 152,30 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo. Indeks saham melonjak 3% pekan lalu, kenaikan mingguan tertajam sejak Oktober lalu, seiring ekuitas Hong Kong melonjak dan Jepang Nikkei 225 Stock Average sempat menembus level 20.000 untuk pertama kalinya sejak April 2000.
Sementara pesanan mesin di Jepang tergelincir sebanyak 0,4% pada Februari dari bulan sebelumnya, kurang dari penurunan 2,2% yang diperkirakan oleh para ekonom. China akan melaporkan angka perdagangan hari ini.

Saham Jepang Berayun Di Sesi Pagi; Sektor Utilitas Turun

c_740_198_16777215_00_images_assets_NIKKEI225_635490395169241222-EPA-JAPAN-TOKYO-STOCK.jpg 
SGB LAMPUNG - Saham Jepang berayun antara naik dan turun pasca indeks Topix membukukan kenaikan mingguan tertajam dalam tujuh pekan trakhir. Sementara perusahaan produsen alat presisi memimpin kenaikan diikuti penurunan pada sektor utilitas.
Indeks Topix turun 0,3% menjadi 1,584.42 pada 09:05 pagi di Tokyo, berayun dari kenaikan sebesar 0,2%. Indeks tersebut mencatat kenaikan sebanyak 13% di tahun ini hingga pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2% menjadi 19,866.57, setelah sempat diperdagangkan di atas level 20.000 pada hari Jumat lalu untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.
Kontrak berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks saham naik 0,5% pada hari Jumat, melanjutkan tren penguatannya menjadi 1,7%. JPMorgan Chase & Co, Johnson & Johnson dan Intel Corp di antara anggota S & P 500 akan melaporkan laba kuartalan pekan ini.
Risalah dari pertemuan Bank of Japan (BOJ) yang dirilis Senin dan menunjukkan bahwa para otoritas berharap perekonomian terus mengalami pemulihaan. Sementara serangkaian data pemerintah menunjukkan pesanan mesin inti turun 0,4% pada Februari dari Januari, turun dari penurunan 2,2% yang diperkirakan oleh para ekonom.